Kesusahan membaca pada anak class 1 ialah sesebuah tantangan umum yang perlu diperhatikan dengan serius supaya tidak menghambat perkembangan belajar mereka. Salah satu problem utamanya ialah kurangnya pengenalan huruf serta bunyi (fonem). Banyak anak di usia ini masih kesusahan membedakan bentuk huruf, baik huruf kapital ataupun huruf kecil, serta yang lebih krusialnya, mereka belum mampu menghubungkan masing-masing huruf dengan bunyi yang tepat. Tujuan dari research yang dilakukan ialah memperbaiki serta menaikkan mutu atau kualitas membaca murid Sekolah Dasar class I, Akan tapi after asertaya fokus problem pada proses research ini, jadi tujuan research lebih terfokus untuk memberi pemahaman yang lebih baik terkait pengaruh methode SAS terhadap hasil belajar membaca pada murid Sekolah Dasar class I, sehingga bisa menaikkan kualitas belajar. Methode research, methode research yang dipakai ialah kuantitatif korelasional. Instrument untuk peneltian ini tes kecakapan membaca. Populasi yang writer ambil untuk research ini ialah murid class I di Sekolah Dasar Negeri 038 Kiaracondong Kota Bandung, bertotal 56 murid. Sample untuk research ini bertotal 28 murid I di Sekolah Dasar Negeri 038 Kiaracondong Kota Bandung. Teknik sampling yang dipakai untuk peneitian ini ialah dengan mejadii teknik random sampling ialah pengambilan anggota sample dari populasi yang dilakukan seteknik acak tanpa melihat strata yang ada untuk populasi itu. Didasarkan hasil perhitungan tampak bahwasanyasanya perbedaan avarage antara tes awal serta tes akhir terjadi seteknik substansial terhadap grup A (hasil belajar membaca mejadii methode koncensional) 9,15 sementara avarage grup B (hasil belajar membaca mejadii methode SAS) 13.79 terhadap peningkatan hasil belajar membaca pada murid class I di Sekolah Dasar Negeri 038 Kiaracondong Kota Bandung. Hasil perhitungan t analogi perbedaan dua hasil latihan 2,94 lebih tinggi dari ttable 2.03.
Copyrights © 2026