Artikel ini menganalisis pergeseran paradigma gerakan Islam di Indonesia dari pendekatan kulturalisme menuju puritanisme dalam tiga dekade terakhir. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, ditemukan bahwa pergeseran ini dipicu oleh faktor globalisasi informasi, krisis otoritas keagamaan tradisional, politisasi agama, modernisasi, dan pendanaan asing. Analisis dialektika pemikiran para ahli menunjukkan polarisasi antara kelompok yang memandang puritanisme sebagai ancaman terhadap Islam Nusantara dan kelompok yang melihatnya sebagai bentuk pembaruan dan pemurnian akidah. Implikasi pergeseran ini terlihat dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial, termasuk perubahan kurikulum pesantren, fragmentasi suara politik Muslim, dan segregasi spasial berdasarkan aliran keagamaan. Artikel ini menawarkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah, ormas Islam, akademisi, dan masyarakat sipil dalam merespons dinamika tersebut.
Copyrights © 2026