Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RECONSTRUCTION OF MUHAMMAD IQBAL'S ISLAMIC THOUGHT: A PILLAR OF MODERN ISLAMIC THINKING Yossar, Yossar; Nur Hakima Akhirani; Mira Yanti Lubis; Fithri Choirunnisa Siregar; Sutan Botung Hasibuan; Rusydi AM; Riki Saputra
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1508

Abstract

Muhammad Iqbal emerged during a period of intellectual stagnation in the Muslim world in the early 20th century, introducing a fresh and visionary idea: the reconstruction of religious thought. In his seminal work, The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Iqbal proposed a way out of this stagnation by revitalizing the Islamic intellectual heritage while engaging in a critical dialogue with modernity. This study aims to examine the key concepts of Iqbal's project, including his critique of Greek philosophy, his dynamic view of ijtihad (legal reasoning), his theory of the "Khudi" (Self), his dynamic concept of God and the universe, and his vision of spiritual democracy. Using a qualitative approach with philosophical-hermeneutic analysis, this research concludes that while Iqbal's thought has been widely appreciated as a revitalizing force for Islamic intellectualism, it has also faced criticism concerning its practical implementation and philosophical consistency. The study finds that Iqbal's ideas remain profoundly relevant today, particularly in navigating the challenges of modernity without sacrificing Islamic identity.
PERGESERAN PARADIGMA GERAKAN ISLAM: DARI KULTURALISME KE PURITANISME DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK INDONESIA Yossar, Yossar; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7735

Abstract

Artikel ini menganalisis pergeseran paradigma gerakan Islam di Indonesia dari pendekatan kulturalisme menuju puritanisme dalam tiga dekade terakhir. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, ditemukan bahwa pergeseran ini dipicu oleh faktor globalisasi informasi, krisis otoritas keagamaan tradisional, politisasi agama, modernisasi, dan pendanaan asing. Analisis dialektika pemikiran para ahli menunjukkan polarisasi antara kelompok yang memandang puritanisme sebagai ancaman terhadap Islam Nusantara dan kelompok yang melihatnya sebagai bentuk pembaruan dan pemurnian akidah. Implikasi pergeseran ini terlihat dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial, termasuk perubahan kurikulum pesantren, fragmentasi suara politik Muslim, dan segregasi spasial berdasarkan aliran keagamaan. Artikel ini menawarkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah, ormas Islam, akademisi, dan masyarakat sipil dalam merespons dinamika tersebut.
ANALISIS KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA UMAT ISLAM DI TATARAN NASIONAL DAN GLOBAL : TELAAH PEMIKIRAN DAN ALTERNATIF SOLUSI Yossar, Yossar; Siregar, Fithri Choirunnisa; Putra, Rizki Eka; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7742

Abstract

Dunia Islam saat ini menghadapi tantangan multidimensi yang kompleks yang memerlukan solusi komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompleksitas problematika umat Islam di tataran nasional dan global serta merumuskan alternatif solusi berdasarkan perspektif para ahli. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengidentifikasi bahwa problem internal seperti krisis epistemologi, fragmentasi politik, kemiskinan struktural, dan krisis kepemimpinan melemahkan kemampuan umat Islam dalam menghadapi tantangan eksternal termasuk islamophobia yang terinstitusionalisasi, hegemoni budaya Barat, ketidakadilan politik internasional, dan kesenjangan digital. Analisis berbagai perspektif ahli menunjukkan tiga pendekatan utama: proaktif-optimis, kritis-pesimis, dan moderat-jalan tengah. Penelitian menyimpulkan bahwa solusi memerlukan pendekatan multidimensi yang mencakup transformasi politik-institusional, rekonstruksi epistemologis-intelektual, dan adaptasi sosio-kultural. Rekomendasi strategis meliputi revolusi pendidikan, pengembangan ekonomi syariah yang berkeadilan, diplomasi budaya yang proaktif, penguatan kerjasama Selatan-Selatan, dan pemberdayaan pemuda secara sistematis.