Washed Red Cell adalah produk darah yang diperoleh dari proses pencucian Packed Red Cell, di mana zat aditifnya dihilangkan, sehingga lebih mudah mengalami hemolisis. Hemolisis saat penyimpanan bisa dipicu oleh faktor suhu dan lama penyimpanan. Penelitian ini ditujukan guna mengkaji pengaruh suhu serta lama penyimpanan terhadap tingkat fragilitas osmotik pada Washed Red Cell menggunakan metode spektrofotometri. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimen, dengan satu unit kantong Washed Red Cell bergolongan darah O Rh+ yang ditempatkan pada kondisi suhu lemari pendingin dan suhu lingkungan selama 0, 4, 7, serta 10 jam. Hasil telaah deskriptif menunjukkan adanya kenaikan tingkat fragilitas osmotik pada seluruh kelompok perlakuan. Uji Friedman menunjukkan bahwa suhu penyimpanan refrigerator dengan ruang dan durasi penyimpanan (0, 4, 7, dan 10 jam) berpengaruh signifikan pada nilai fragilitas osmotik, dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001 (P<0,05). Uji Wilcoxon juga mengonfirmasi adanya pengaruh lama penyimpanan, di mana sampel yang disimpan segera berbeda signifikan dengan yang ditunda selama 4, 7, dan 10 jam, dengan nilai signifikansi tidak melebihi 0,001 (P<0,05). Selain itu, uji Spearman menunjukkan hubungan yang kuat antara suhu penyimpanan dan lama penyimpanan dengan nilai fragilitas osmotik, dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001 (P<0,05). Hubungan ini bersifat positif, ini berarti makin tingginya suhu dan makin lamanya waktu penyimpanan, maka nilai fragilitas osmotik pun akan semakin meningkat.
Copyrights © 2025