Penggunaan boraks sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dilarang karena risiko toksisitasnya terhadap kesehatan manusia, namun potensi penyalahgunaannya pada produk olahan daging dan tepung masih menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan boraks pada mie basah dan bakso yang dijual di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel yang mewakili lima wilayah administratif kota. Sebanyak 50 sampel, terdiri dari 25 sampel mie basah dan 25 sampel bakso, diuji secara kualitatif menggunakan metode Uji Kertas Kurkumin (Curcumin Paper Test) untuk mendeteksi perubahan warna spesifik indikator boraks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% sampel (n=50) memberikan hasil negatif. Absennya kandungan boraks pada seluruh sampel mengindikasikan bahwa produk mie basah dan bakso yang diuji bebas dari residu bahan kimia berbahaya tersebut. Disimpulkan bahwa produk yang beredar di lokasi sampling aman dikonsumsi dan pedagang telah mematuhi standar keamanan pangan yang berlaku.
Copyrights © 2025