Indonesia memiliki salah satu kawasan gambut terluas di dunia, yaitu sekitar 47% dari total gambut tropis global, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan lahan gambut terluas di Asia Tenggara (Herman, 2016). Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama dengan nilai ekonomi yang tinggi; namun, budidayanya di lahan gambut dapat mengubah kondisi hidrologi. Sebaliknya, semak belukar merupakan vegetasi alami yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta dapat dijadikan acuan dalam penelitian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedalaman muka air tanah gambut pada berbagai jarak dari saluran drainase di lahan kelapa sawit dan semak belukar di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan kelapa sawit, jarak terhadap saluran drainase secara konsisten memengaruhi muka air tanah setiap minggunya. Pada lahan semak belukar, pengaruh tersebut hanya terlihat pada minggu pertama hingga ketiga, sementara pada minggu keempat hingga kedelapan tidak ditemukan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, kedalaman muka air tanah pada kedua tipe lahan tergolong sedang, sedangkan kedalaman muka air saluran drainase pada keduanya tergolong dalam.
Copyrights © 2025