Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI JAGUNG LAHAN GAMBUT DI DESA ARANG LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Hayati, Rita; Junaidi, Junaidi; Alhaddad, Abdul Mujib; Gafur, Sutarman
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i4.32571

Abstract

Desa Arang Limbung terletak di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dan berjarak sekitar 15 km dari Pontianak. Budidaya jagung yang diusahakan petani pada tanah gambut menunjukkan produksi yang rendah yakni < 3 ton/ha.  Hal ini disebabkan karena rendahnya kesuburan tanah gambut, rendahnya kemampuan petani dalam memberikan pupuk secara optimal karena mahalnya harga pupuk. Selain itu kurangnya pengetahuan petani dalam pemanfaatan limbah lokal seperti kompos tandan kosong kelapa sawit dan biochar.Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan pelatihan pembuatan kompos dan biochar, aplikasi kompos dan biochar pada tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah: penyuluhan, pembimbingan dan pendampingan dan evaluasi kegiatan. Rencana target luaran adalah: meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pembuatan Kompos TKKS dan biochar sebanyak 80%, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam aplikasi pupuk organik dan anorganik pada tanaman jagung 80%. Setelah dilakukan kegiatan PKM maka pengetahuan petani dalam pengolahan limbah tandan kosong kelapa sawit dan jerami untuk dijadikan sebagai pupuk organik sebelumnya 20,5% yang telah paham cara pembuatan pupuk organik dan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan meningkat menjadi 70%. Demikian juga halnya dengan menentukan dosis pupuk, sebelum penyuluhan pengetahuan tentang menghitung dosis pupuk 0%, setelah penyuluhan meningkat menjadi 70%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas  pengetahuan  dan ketrampilan petani pada kelompok mitra setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan. Kata kunci: Gambut, Kompos, Biochar, Jagung. ABSTRACT Arang Limbung Village is located in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency and is about 15 km from Pontianak. Corn cultivation carried out by farmers on peat soil shows low production, namely <3 tons/ha. This is due to the low fertility of peat soil, the low ability of farmers to provide optimal fertilizer due to the high price of fertilizer. Apart from that, farmers lack knowledge in utilizing local waste such as empty oil palm fruit bunch compost and biochar. The aim of PKM activities is to provide training in making compost and biochar, applying compost and biochar to corn plants. The methods used are: counseling, guidance and assistance and evaluation of activities. The planned output targets are: increasing farmers' knowledge and skills in making TKKS Compost and biochar by 80%, increasing farmers' knowledge and skills in applying organic and inorganic fertilizers to corn plants by 80%. After PKM activities were carried out, the knowledge of farmers in processing empty oil palm fruit bunches and straw to be used as organic fertilizer was previously 20.5% who understood how to make organic fertilizer and after counseling and training this increased to 70%. Likewise with determining fertilizer doses, before the counseling, knowledge about calculating fertilizer doses was 0%, after counseling increased to 70%. This shows an increase in the knowledge and skills capacity of farmers in the partner group after training and mentoring. Keywords: Peat, Compost, Biochar, Corn.
PERANAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS L MOENCH) PADA TANAH GAMBUT yani, Hudy Ari; Suswati, Denah; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.92328

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus L. Moench) merupakan tanaman sayuran dan berasal dari Afrika Barat tanaman ini memasuki Indonesia tahun 1877 di Kalimantan Barat (Setiawan, 2018). Tanah gambut dihadapkan pada masalah kemasaman tanah dan unsur hara rendah. Alternatif mengatasinya dengan pemberian pupuk kandang ayam untuk menambah unsur hara tanah gambut. Tujuan penelitian ini menentukan dosis pemberian pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan hara N,P,K dan pertumbuhan tanaman okra pada tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor dan 8 taraf perlakuan pupuk kandang ayam sehingga ada 24 unit percobaan yaitu A0(tanpa perlakuan), A1(400g/polybag atau setara 20 ton/ha), A2(800g/polybag atau setara 40 ton/ha), A3(1.200g/polybag atau setara 60 ton/ha), A4(1600g/polybag atau setara 80 ton/ha), A5(2000g/polybag atau setara 100 ton/ha), A6(2.400g/polybag atau setara 120 ton/ha), A7(2.800g/polybag atau setara 140 ton/ha). Variabel diamati dalam penelitian yaitu pH, C-organik, N-Total, P-Tersedia , K-Tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang tanaman. Pemberian pupuk kandang ayam tidak memiliki pengaruh nyata pada tinggi tanaman, namun berpengaruh nyata terhadap pH, C-organik, N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia dan diameter tanaman. perlakuan pupuk kandang ayam A3 dapat meningkatkan N-total 32,5 %, P tersedia 23,3 %, K-dd tanah sebesar 5,49 % dan meningkatkan pertumbuhan tanaman okra diameter batang sebesar 0,92% dan tinggi tanaman 22,9%.
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS JERAMI PADI DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL Melianti, Melianti; Hayati, Rita; Alhaddad, Abdul Mujib
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4331

Abstract

Cultivation of purple eggplant plants in alluvial soils has several obstacles, one of which is the lack of macro and micro nutrients, so to overcome this it is necessary to give a combination of rice straw compost and rice husk biochar to increase the availability of nutrients N, P, K and the growth of purple eggplant plants on alluvial soils. This study aims to determine the effect of a combination of rice straw compost on the availability of nutrients N, P, K and the growth of purple eggplant plants (Solanum melongena L.) in alluvial soil. This research took place from May - September 2023, conducted at the experimental land of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak City, West Kalimantan. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 1 factor with 6 treatments, namely: P0 = no treatment; P1 = compost 244 g/polybag; P2 = biochar 217 g/polybag; P3 = compost 183 g/polybag + biochar 54 g/polybag; P4 = compost 122 g/polybag + biochar 108 g/polybag; P5 = compost 61 g/polybag + biochar 163 g/polybag. Each treatment was repeated 4 times so there were 24 polybags. The results showed that the best dose of the combination of rice straw compost and rice husk biochar was found in the 30 ton/ha treatment (P1) which could increase N-total by 73.23%, plant height by 28.18% and stem diameter by 13.75%Key words: alluvial soil; purple eggplant; rice straw compost; rice husk biocharINTISARI            Budidaya tanaman terung ungu di tanah aluvial memiliki beberapa kendala, satu diantaranya yaitu kekurangan unsur hara makro dan mikro, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pemberian kombinasi kompos jerami padi dan biochar sekam padi untuk meningkatkan ketersediaan hara NPK serta pertumbuhan tanaman terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kompos jerami padi terhadap ketersediaan hara NPK dan pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) di tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak Mei – September 2023, dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 1 faktor dengan 6 perlakuan, yaitu: P0 = tanpa perlakuan; P1 = kompos 244 g/polybag; P2 = biochar 217 g/polybag; P3 = kompos 183 g/polybag + biochar 54 g/polybag; P4 = kompos 122 g/polybag + biochar 108 g/polybag; P5 = kompos 61 g/polybag + biochar 163 g/polybag. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 polybag. Hasil penelitian menunjukkan dosis terbaik kombinasi kompos jerami padi dan biochar sekam padi, yaitu terdapat pada perlakuan 30 ton/ha (P1) dapat meningkatkan N-Total 73.23%, tinggi tanaman 28.18% dan diameter batang sebesar 13.75%.Kata kunci: biochar sekam padi; kompos jerami padi; tanah aluvial; terung ungu
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOMPOS JERAMI PADI DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP SERAPAN N, P, K DAN HASIL TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) PADA TANAH ALUVIAL Maudy, Melly; Hayati, Rita; Alhaddad, Abdul Mujib
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4710

Abstract

This research aims to determine the nutrient uptake of N, P and K from purple eggplant plants in alluvial soil. This research will take place from July – September 2023, carried out at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak City, West Kalimantan. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely: P0 = 0 (control); P1 = 100% rice straw; P2 = 100 rice husk biochar; and P3 = 75% rice straw compost + 25% rice husk biochar; P4 = 25% rice straw compost + 75% rice husk biochar; P5 = 50% rice straw compost + 50% rice husk biochar. Each treatment was repeated 4 times so there were 24 polybags. The variables observed in this study were the dry weight of the top of the plant, the uptake of N, P and K, the number of fruit per plant, the weight of the fruit per plant and the weight of the fruit per plant. The results of this study showed that the combination of rice straw compost and rice husk biochar had no significant effect on N, P and K uptake.
PENGARUH DOSIS KOMBINASI BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP EFISIENSI PUPUK NPK MAJEMUK PADA TANAMAN TERUNG PUTIH DI TANAH ALLUVIAL Alhaddad, Abdul Mujib; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3596

Abstract

Production of white eggplant plants continues to increase from year to year, but this year (2023) production has decreased, this is because quite a few farmers have experienced crop failure. The occurrence of crop failure was caused by several obstacles, especially the decreasing fertility level of alluvial soil. To increase the production of white eggplant, farmers are trying to overcome this obstacle by fertilizing. For this reason, in cultivating white eggplant plants, alluvial land needs ameliorant which is easy to obtain and cheap, in addition to providing N, P and K fertilizer, namely by providing tankos biochar. and chicken droppings. This research will conduct an experiment on the effect of providing organic fertilizer Biochar tankos + Chicken Manure biochar on the growth and yield of white eggplant plants in Alluvial soil. The design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with a treatment dose of organic fertilizer. Biochar tankos + Chicken Manure. Each treatment was repeated 3 times so that 27 experimental units were obtained. The experimental parameters taken were uptake of N, P, K from leaves and weight of white eggplant in harvest 1 and harvest 2. The conclusion drawn was that Biochar Tankos + chicken manure enriched with 75% NPK can help increase the uptake of N, P and K in plants, which increases the supply. The dose of organic fertilizer means that the availability of N, P and K in the soil will also increase. Apart from that, Biochar Tankos + chicken manure enriched with 75% NPK can help increase white eggplant production, where as the dose of organic fertilizer increases, white eggplant production will also increase. Optimum results in the second harvest were obtained in treatment B2 = Chicken Manure Biochar 40 t.ha-1 + NPK 75%, in accordance with the white eggplant yield per ha of the variety. Yasinta. B3M1 treatment with a dose of 1360 g/polyb and compound NPK fertilizer 75% of the recommended 500 g, gave white eggplant production in the first harvest of 194% and the second harvest of 27.45%. Key words: Alluvial, tankos biochar, white eggplant, chicken manure, NPK uptake INTISARIProduksi tanaman terung putih  dari tahun ke tahun terus meningkat namun pada tahun ini (2023) produksinya menurun, hal ini dikarenakan tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen. Terjadinya gagal panen diakibatkan karena adanya beberapa kendala, terutama tingkat kesuburan tanah Alluvial  yang menurun. Untuk meningkatkan hasil produksi terung putihnya, para petani berusaha mengatasi kendala tersebut dengan melakukan pemupukan, untuk itu dalam budidaya tanaman terung putih,  lahan Aluvial perlu amelioran yang mudah didapat dan murah harganya, selain pemberian pupuk N,P dan K, yaitu dengan pemberian biochar tankos dan kotoran ayam. Penelitian ini akan melakukan percobaan tentang pengaruh pemberian pupuk organik Biochar tankos + biochar Kotoran Ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung putih  di tanah Alluvial.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis .pupuk organik.  Biochar tankos + Kotoran Ayam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga akan diperoleh 27 unit percobaan. Parameter percobaan yang diambil adalah SerapanN,P,K daun dan Berat terung putih  pada panen 1 dan panen 2. Kesimpulan yang diambil adalah Biochar Tankos + kotoran ayam diperkaya NPK 75%  dapat membantu meningkatkan Serapan N, P dan K tanaman, dimana semakin meningkat pemberian dosis pupuk organiknya maka ketersediaan N,P dan K tanah juga semakin meningkat, selain itu Biochar Tankos + kotoran ayam diperkaya NPK 75%  dapat membantu meningkatkan produksi terung putih, dimana semakin meningkat pemberian dosis pupuk organiknya maka produksi terung putih  juga semakin meningkat. Hasil optimum pada panen kedua didapat pada perlakuan B2 =  Biochar Kotoran Ayam  40  t.ha-1   + NPK 75 %, sesuai dengan hasil terung putih per ha pada varietas. Yasinta. Perlakuan B3M1 dengan dosis 1360 g/polyb dan pupuk NPK Majemuk 75% dari anjuran yaitu 500 g, memberikan produksi terung putih pada panen I sebesar 194% dan panen II sebesar  27.45 %. Kata kunci : Alluvial,  biochar tankos, terung putih, kotoran ayam, Serapan NPK
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS JERAMI PADI DIPERKAYA MOL BONGGOL PISANG TERHADAP SERAPAN NPK DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays saccharata L) DI TANAH ALUVIAL Sitinjak, Syilvia Bornok Damayanti; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Alhaddad, Abdul Mujib
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4613

Abstract

Alluvial land in Indonesia, especially in West Kalimantan, has potential as an agricultural area, but has obstacles that can reduce productivity. The use of organic matter such as rice straw compost and Local Microorganisms is an alternative that can be used to overcome the problem of alluvial soil. This study aims to determine the effect of rice straw compost and banana hump Local Microorganisms on the availability of N, P, K, and corn plant growth. The research was carried out on the land of Dusun Karya I, Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. The study used the Complete Random Design (CRD) method which consisted of 5 treatment levels including: J0 = 0 (control), J1 = 280 g/polybag (10 tons/ha), J2 = 560 g/polybag (20 tons/ha), J3 = 840 g/polybag (30 tons/ha), and J4 = 1120 g/polybag (40 tons/ha). Each treatment is repeated 5 times there are 25 polybags. The results showed that the application of rice straw compost and banana hump Local Microorganisms had a real effect on soil pH, C-organic soil, P-available soil, plant height, stem diameter, and dry weight of roots.
Kajian Kedalaman Muka Air Tanah dan Potensial Redoks pada Lahan Gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Sa'adah, Ficky Annisatus; Suryadi, Urai Edi; Alhaddad, Abdul Mujib
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84013

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya tepatnya di areal kebun rakyat kelapa sawit. Lahan gambut di Desa Kuala Dua mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan salah satunya kebun rakyat kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedalaman muka air tanah (MAT) dan potensial redoks (Eh) pada lahan gambut. Metode penelitian dilakukan dengan metode transek dimana penentuan titik pengamatan ditentukan 3 titik pengamatan dengan 3 kali ulangan dengan jarak terhadap saluran yang berbeda-beda yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Total keseluruhan titik pengamatan berjumlah 9 titik pengamatan di luasan 1 Ha lahan sawit rakyat. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0 - 30 cm. Uji analisis statistik pada penelitian ini menggunakan metode korelasi. Parameter yang dianalisis meliputi kedalaman dan kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, bobot isi, porositas total, konduktivitas hidrolik, kadar air kondisi lapangan, potensial redoks dan reaksi tanah. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara kedalaman muka air tanah dan potensial redoks termasuk dalam kategori rendah.
PENGARUH PEMBERIAN AMELIORAN ORGANIK TERHADAP KETERSEDIAAN NPK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TERUNG PUTIH DI TANAH ALLUVIAL Olivia, Dina Cahaya; Yulies, Urai Suci; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74951

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman asli daerah tropis, produktivitas tanaman terung di Kalimantan Barat masih di bawah produktivitas nasional. Pemanfaatan lahan marginal seperti tanah alluvial banyak mengalami kendala, secara umum memiliki kesuburan yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan usaha memperbaiki kesuburan tanah dengan penambahan amelioran organik berupa biochar tankos dikombinasikan biochar kotoran ayam dan pupuk NPK majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh amelioran organik terhadap ketersediaan NPK tanah terhadap pertumbuhan tanaman terung putih. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah biochar tankos : biochar kotoran ayam perbandingan 50% : 50% dengan dosis yaitu 10 ton/ha ; 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK majemuk yaitu 75% ; 50% dan 25%. Masing"“masing faktor diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar tankos dikombinasikan biochar kotoran ayam dan pupuk NPK majemuk secara masing-masing berpengaruh nyata terhadap pH H2O, P-tersedia, K-tersedia dan tinggi tanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap C-organik dan N-total tanah. Dosis terbaik pemberian biochar adalah B3M1 yaitu 30 ton/ha (1,260 g/polybag) dan pupuk NPK majemuk 75% (22,5 g/polybag), meningkatkan produksi terung sebesar 20%.
STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PODORUKUN KABUPATEN KAYONG UTARA Rahayu, Suryani Endah; Riduansyah, Riduansyah; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75801

Abstract

 Lahan pasang surut merupakan lahan yang rezim airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut atau sungai. Pemanfaatan lahan pasang surut sebagai lahan sawah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah sawah pasang surut di Desa Podorukun Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel tanah dilakukan pada empat lahan sawah dengan luas ± 1 ha. Setiap lokasi diambil 5 titik subsample tanah menggunakan metode diagonal dengan kedalaman 0-20 cm, dan dikompositkan per masing-masing lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH tanah pada lokasi penelitian berkisar antara 4,65-4,96 termasuk kriteria masam, Karbon organik tanah berkisar antara 4,37-8,40% termasuk kriteria tinggi dan sangat tinggi, Nitrogen total tanah berkisar antara 0,33-0,66% termasuk kriteria sedang sampai tinggi, Fosfor total tanah berkisar antara 7,76-14,47 mg/100gr termasuk kategori rendah, Fosfor tersedia tanah berkisar antara 2,99-21,19 ppm termasuk kategori sangat rendah sampai sedang,Kalium total tanah berkisar antara 9,18-12,41 mg/100gr termasuk kategori sangat rendah sampai rendah, Kalium tersedia tanah berkisar antara 0,10-0,24 cmol(+)kg-1 termasuk kategori sangat rendah, KTK tanah berkisar antara 104,07-173,64 cmol(+)kg-1 termasuk kategori sangat tinggi dan Kejenuhan basa berkisar antara 1,38-2,87 % termasuk kategori sangat rendah. Status kesuburan tanah pada empat lokasi penelitian berada para kriteria rendah.
PENGARUH JARAK KE SALURAN DRAINASE TERHADAP KEDALAMAN MUKA AIR TANAH GAMBUT DI DESA KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Walqur'aini, Erika; Suryadi, Urai Edi; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98785

Abstract

Indonesia memiliki salah satu kawasan gambut terluas di dunia, yaitu sekitar 47% dari total gambut tropis global, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan lahan gambut terluas di Asia Tenggara (Herman, 2016). Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama dengan nilai ekonomi yang tinggi; namun, budidayanya di lahan gambut dapat mengubah kondisi hidrologi. Sebaliknya, semak belukar merupakan vegetasi alami yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta dapat dijadikan acuan dalam penelitian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedalaman muka air tanah gambut pada berbagai jarak dari saluran drainase di lahan kelapa sawit dan semak belukar di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan kelapa sawit, jarak terhadap saluran drainase secara konsisten memengaruhi muka air tanah setiap minggunya. Pada lahan semak belukar, pengaruh tersebut hanya terlihat pada minggu pertama hingga ketiga, sementara pada minggu keempat hingga kedelapan tidak ditemukan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, kedalaman muka air tanah pada kedua tipe lahan tergolong sedang, sedangkan kedalaman muka air saluran drainase pada keduanya tergolong dalam.