Penelitian ini mengkaji peran Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong kesetaraan gender melalui implementasi program kontrasepsi vasektomi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pembagian tanggung jawab kontrasepsi yang setara antara laki-laki dan perempuan sebagai wujud nyata dari kesetaraan gender dalam konteks kesehatan reproduksi. Selama ini, program keluarga berencana di Indonesia masih cenderung berfokus pada perempuan, sehingga partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi, khususnya vasektomi, masih sangat rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap pegawai Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai hambatan dan tantangan yang memengaruhi implementasi program vasektomi, mulai dari stigma sosial, kesalahpahaman terhadap dampak prosedur, hingga kuatnya budaya patriarki yang menempatkan tanggung jawab KB pada perempuan. Hasil penelitian juga mengungkap strategi pemerintah dalam meningkatkan partisipasi pria, serta berbagai langkah inovatif yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut secara adaptif dan kolaboratif.
Copyrights © 2025