Masokan: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025

KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT MARTIN SELIGMAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP HIDUP ORANG PERCAYA

Rona, Heber (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2025

Abstract

Happiness is a fundamental aspect of human life, as everyone longs for a meaningful and joyful existence. However, happiness is often misunderstood as something materialistic or temporary, which in turn produces negative rather than positive impacts. This study aims to examine the concept of happiness as defined by Martin Seligman within the framework of positive psychology, as well as the idea of happiness from the perspective of Christian believers. Using a descriptive qualitative approach through literature review and interviews, this research seeks to identify similarities and differences between the two perspectives. The findings indicate that Seligman’s concept of happiness emphasizes psychological dimensions such as positive emotions, engagement, and meaning in life. In contrast, the believers’ idea of happiness is rooted in a relationship with God and the acceptance of His grace. This comparison provides a more comprehensive understanding of happiness and affirms that integrating positive psychology with faith can help believers respond authentically to the happiness God bestows. Kebahagiaan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia, karena setiap orang senantiasa mendambakan hidup yang bermakna dan penuh sukacita. Namun, tidak jarang kebahagiaan disalahpahami sebagai sesuatu yang bersifat materialistis atau sementara, sehingga justru menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebahagiaan menurut Martin Seligman dalam kerangka psikologi positif serta konsep kebahagiaan menurut orang percaya dalam perspektif iman Kristen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan wawancara, penelitian ini berupaya menemukan persamaan dan perbedaan dari kedua perspektif tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebahagiaan menurut Seligman menekankan pada aspek psikologis seperti emosi positif, keterlibatan, dan makna hidup, sedangkan kebahagiaan menurut orang percaya berakar pada relasi dengan Allah dan penerimaan atas anugerah-Nya. Perbandingan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kebahagiaan, sekaligus menegaskan bahwa integrasi antara psikologi positif dan iman dapat membantu orang percaya merespons kebahagiaan yang dianugerahkan Allah secara autentik.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ojsdatamasokan

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Health Professions Other

Description

Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Masokan dalam Bahasa Toraja artinya anugerah atau kemurahan, dapat juga diartikan sebagai kebaikan. Konsepnya, pengetahuan dimaknai sebagai anugerah atau kemurahan yang diberikan Allah kepada manusia, agar manusia dapat ...