Penanggulangan bullying dan pembentukan empati di sekolah inklusi, khususnya sekolah alam dengan pendekatan natural, masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga aspek penting, yaitu: 1) model pendidikan karakter yang diterapkan untuk menciptakan sekolah bebas bullying di sekolah alam inklusi; 2) strategi dan pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan empati di lingkungan sekolah alam inklusi; serta 3) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan model pendidikan karakter tersebut guna menciptakan lingkungan belajar yang bebas bullying dan penuh empati. Artikel dalam penelitian ini dipilih secara sistematis berdasarkan fokus pada model pendidikan karakter, strategi pengembangan empati, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan model tersebut di sekolah alam inklusi, dengan mempertimbangkan relevansi dan kualitas metodologi dari publikasi tahun 2020 hingga 2025 melalui metode systematic literature review (SLR). Hasil penelitian yang menggunakan metode systematic literature review (SLR), yaitu: 1) model pendidikan karakter melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam yang dipadukan dengan project-based learning, pembiasaan nilai integrasi, nilai religius dan etika. ; 2) strategi pengembangan empati di sekolah alam inklusi meliputi pengalaman langsung, pendekatan kolaboratif, hubungan humanis dengan pendidik, dan integrasi nilai lingkungan serta karakter melibatkan siswa, keluarga, dan komunitas; 3) faktor pendukung pendidikan karakter di sekolah alam meliputi pembelajaran berbasis alam, keteladanan pendidik, inklusi, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatan utama adalah tantangan digital, kesiapan pendidik, pemahaman orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter inklusif di sekolah alam menciptakan lingkungan bebas bullying dan penuh empati dengan dukungan pendidik, orang tua, dan pendekatan kolaboratif. Namun, keberhasilan implementasi masih terhambat oleh keterbatasan pemahaman orang tua dan pandangan masyarakat.
Copyrights © 2025