ABSTRAKPemilihan lokasi usaha merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan UMKM. Lokasi yang strategis dapat meningkatkan aksesibilitas pelanggan, menekan biaya operasional, dan memberikan keuntungan kompetitif bagi pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode analisis dalam pemilihan lokasi usaha, yaitu Metode Ranking Procedure (Factor Rating) dan Metode Break Even Point (BEP). Obyek penelitian adalah dua lokasi potensial: Kios Ramayana Serang dan Kios JL. Banten. Metode Ranking Procedure digunakan untuk mengevaluasi faktor kualitatif seperti sewa kios, aksesibilitas, ketenaran tempat, dan kemudahan mendapatkan pegawai. Sementara itu, metode BEP digunakan untuk menilai aspek finansial dengan menghitung titik impas pada masing-masing lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kios Ramayana memperoleh skor tertinggi dalam metode Factor Rating (3,5), sedangkan Kios Banten memiliki nilai BEP yang lebih kecil (0,83 unit). Berdasarkan integrasi kedua metode, Kios Ramayana dipilih sebagai lokasi yang lebih layak karena memiliki keseimbangan terbaik antara faktor strategis dan aspek finansial. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM dalam menentukan lokasi usaha secara objektif dan terukur.
Copyrights © 2025