Kulit singkong merupakan limbah argoindustri yang jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Berdasarkan kandungannya, kulit singkong memiliki kandungan pati 44 - 59 % pati. Kadar pati pada kulit singkong yang cukup tinggi ini menjadi peluang untuk pati kulit singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi yang dapat berfungsi sebagai pelapis dan pengemas produk makanan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan plasticizer gliserol dan sorbitol pada pembuatan edible film dari patio kulit singkong. Metode penelitian ini terdiri dari tiga proses, yaitu pembuatan pati dari kulit singkong, pembuatan edible film dengan variasi berat pati kulit singkong yaitu: 3 gram, 4 gram; 5 gram; dan 6 gram, dan pembuatan edible film dengan variasi penambahan gliserol yaitu: 3 ml, 4 ml, 5 ml, dan 6 ml. Analisis hasil meliputi uji kadar pati, uji kadar air pada pati, uji kuat tarik, uji ketahanan air (swelling), dan uji biodegradabilitas. Hasil uji kadar air pada pati yaitu 6,81 %. Hasil uji dengan variasi penambahan pati kulit singkong dan gliserol diperoleh edible film dengan nilai kuat tarik terbesar yaitu 1,16 MPa, nilai persen kemuluran terbesar yaitu 16,42 %, dan nilai ketahanan air terbaik yaitu 15,09 %. Pada uji biodegradable tertinggi pada nilai 60,8 %.
Copyrights © 2025