sulhatun, sulhatun sulhatun
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS METODE ELEKTROKOAGULASI DALAM MENURUNKAN KESADAHAN AIR SUMUR (BUKIT INDAH) MENGGUNAKAN ELEKTRODA STAINLESS STEEL DENGAN VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU rizki, sela rafidah; hakim, lukman; azhari, azhari azhari; sulhatun, sulhatun sulhatun; Kurniawan, eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.15230

Abstract

Kesedahan adalah suatu sifat kimia yang terkandung di dalam udara, namun mengkonsumsi udara dengan kesadahan yang tinggi dapat membahayakan kesehatan. Metode elektrokoagulasi telah mendapatkan banyak perhatian sebagai pilihan yang menarik untuk menghilangkan berbagai ion dan bahan organik karena sifatnya yang sederhana. Demikianlah penelitian ini untuk mengetahui proses elektrokoagulasi apakah dapat digunakan untuk menurunkan kesadahan air sumur serta pengaruh tegangan dan waktu terhadap proses elektrokoagulasi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, elektrokoagulasi diharapkan menjadi model pengolahan air bersih yang dapat digunakan dengan biaya yang relatif murah dan sederhana. Penelitian ini menggunakan reaktor elektrokoagulasi dengan elektroda stainless steel dengan variasi tegangan 5 volt, 10 volt, 15 volt, 20 volt dan variasi waktu 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit. Sumur air Universitas Malikussaleh, Kampus Bukit Indah, Blang Pulo, Lhokseumawe digunakan dalam penelitian ini dengan hasil yang terbaik yaitu pada variasi tegangan 20 volt waktu 60 menit, penurunan TDS dan EC terbaik pada tegangan 20 volt waktu 60 menit dengan nilai berturut-turut 292 ppm dan 648 µs/cm, nilai pH terbaik dimulai pada tegangan 15 volt waktu 60 menit dengan nilai 6,68, kemudian uji kandungan besi, mangan dan kesadahan total (CaCO 3 ) terbaik pada tegangan 20 volt waktu 60 menit dengan hasil uji berturut-turut berturut-turut yaitu 0 ,03 mg/l, 0,047 mg/l dan 201 mg/l.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot Utilissima) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN SORBITOL Ramadani, Intan; Masrullita, Masrullita Masrullita; Meriatna, Meriatna Meriatna; Sulhatun, Sulhatun Sulhatun; Bahri, Syamsul syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20461

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah argoindustri yang jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Berdasarkan kandungannya, kulit singkong memiliki kandungan pati 44 - 59 % pati. Kadar pati pada kulit singkong yang cukup tinggi ini menjadi peluang untuk pati kulit singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi yang dapat berfungsi sebagai pelapis dan pengemas produk makanan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan plasticizer gliserol dan sorbitol pada pembuatan edible film dari patio kulit singkong. Metode penelitian ini terdiri dari tiga proses, yaitu pembuatan pati dari kulit singkong, pembuatan edible film dengan variasi berat pati kulit singkong yaitu: 3 gram, 4 gram; 5 gram; dan 6 gram, dan pembuatan edible film dengan variasi penambahan gliserol yaitu: 3 ml, 4 ml, 5 ml, dan 6 ml. Analisis hasil meliputi uji kadar pati, uji kadar air pada pati, uji kuat tarik, uji ketahanan air (swelling), dan uji biodegradabilitas. Hasil uji kadar air pada pati yaitu 6,81 %. Hasil uji dengan variasi penambahan pati kulit singkong dan gliserol  diperoleh edible film dengan nilai kuat tarik terbesar yaitu 1,16 MPa, nilai persen kemuluran terbesar yaitu 16,42 %, dan nilai ketahanan air terbaik yaitu 15,09 %. Pada uji biodegradable tertinggi pada nilai 60,8 %.