Bahri, Syamsul Syamsul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Pembuatan Tepung Asap Cair (Liquid Smoke Powder) dari Limbah Padat Nilam (Pogostemon Cablin Benth) menggunakan Enkapsulasi Kitosan dan Maltodekstrtin Putri, Cut Nazila; Ginting, Zainuddin Ginting; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy Eddy; Bahri, Syamsul Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.17715

Abstract

Asap cair terbentuk melalui kondensasi atau pengembunan uap yang dihasilkan dari proses pembakaran, baik secara langsung maupun secara tidak langsung bahan-bahan yang melimpah akan lignin, selulosa, dan hemiselulosa, seperti limbah nilam, tempurung kelapa dan sabut kelapa, serta bahan-bahan lainnya. Namun, penggunaan asap cair sering dianggap tidak praktis dan sulit dalam distribusi serta transportasi. Senyawa fenolik dalam asap cair rentan terhadap oksidasi, sehingga diperlukan teknologi untuk melindungi komponen aktifnya dan mempermudah penanganannya. Salah satu solusi adalah dengan membuat tepung asap cair (liquid smoke powder) melalui enkapsulasi menggunakan kitosan dan maltodekstrin sebagai media pelapis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil terbaik dari kadar air (%), yield (%), bulk density (%), pH, Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM). Prosedurnya melibatkan pelarutan kitosan dan maltodekstrin dengan asap cair pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, kemudian mengeringkannya pada suhu 130°C, 135°C, 140°C, dan 145°C. Campuran tersebut kemudian dioven selama 3 jam. Hasil terbaik untuk kadar air, yield, bulk density, dan pH diperoleh pada konsentrasi maltodekstrin 30% dan suhu 145°C, yang masing-masing sebesar 3,36%, 32%,0,794 gr/ml, dan 4,27. Uji organoleptik dari 10 responen menunjukkan rata-rata kesukaan terhadap aroma, warna, dan tekstur dengan skor 4,8, 4,7, dan 4,5. Kata Kunci: Bulk Density, Kadar Air, Enkapsulasi Kitosan, Maltodekstrin, Limbah padat dari tanaman nilam, Ph, Tepung Asap Cair, Yield.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot Utilissima) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN SORBITOL Ramadani, Intan; Masrullita, Masrullita Masrullita; Meriatna, Meriatna Meriatna; Sulhatun, Sulhatun Sulhatun; Bahri, Syamsul syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20461

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah argoindustri yang jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Berdasarkan kandungannya, kulit singkong memiliki kandungan pati 44 - 59 % pati. Kadar pati pada kulit singkong yang cukup tinggi ini menjadi peluang untuk pati kulit singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi yang dapat berfungsi sebagai pelapis dan pengemas produk makanan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan plasticizer gliserol dan sorbitol pada pembuatan edible film dari patio kulit singkong. Metode penelitian ini terdiri dari tiga proses, yaitu pembuatan pati dari kulit singkong, pembuatan edible film dengan variasi berat pati kulit singkong yaitu: 3 gram, 4 gram; 5 gram; dan 6 gram, dan pembuatan edible film dengan variasi penambahan gliserol yaitu: 3 ml, 4 ml, 5 ml, dan 6 ml. Analisis hasil meliputi uji kadar pati, uji kadar air pada pati, uji kuat tarik, uji ketahanan air (swelling), dan uji biodegradabilitas. Hasil uji kadar air pada pati yaitu 6,81 %. Hasil uji dengan variasi penambahan pati kulit singkong dan gliserol  diperoleh edible film dengan nilai kuat tarik terbesar yaitu 1,16 MPa, nilai persen kemuluran terbesar yaitu 16,42 %, dan nilai ketahanan air terbaik yaitu 15,09 %. Pada uji biodegradable tertinggi pada nilai 60,8 %.