Guru seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan mengkombinasikan aspek pedagogik, konten IPA dan keterampilan teknologi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) meningkatkan kemampuan guru-guru IPA dalam penggunaan teknologi IoT, penyusunan perangkat bahan ajar berbasis STEM-IoT, refleksi selama PkM, dan memberikan rekomendasi kepada stakeholder MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) IPA dan KKM (Kelompok Kerja Madrasah). Aplikasi alat mengenai pendeteksi stunting. Desain Service Learning meliputi investigasi, persiapan, pelaksanaan, refleksi, dan demonstrasi. Peserta berasal dari dua komunitas guru-guru IPA. Komunitas guru-guru IPA yang terdapat di dua kabupaten Jawa Barat berjumlah 37 orang. PkM menggunakan perangkat kegiatan diantaranya materi PkM mengenai STEM-IoT, panduan pembuatan modul ajar, perangkat IoT untuk mengukur ketinggian, dan aplikasi yang terhubung dengan perangkat IoT untuk menentukan status gizi seseorang. Instrumen PkM antara lain asesmen awal, asesmen kinerja terhadap produk modul ajar, dan angket refleksi. Analisis data menggunakan persentase berdasarkan kriteria tertentu. Hasil PkM menunjukkan bahwa guru-guru mengalami peningkatan kemampuan penggunaan IoT. Kemampuan guru menyusun modul ajar berada pada tahap siap sebesar 61,11%; 27,78% tahap mahir dan 11,11% tahap berkembang. Guru-guru memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan. Guru melakukan tindak lanjut dengan menerapkan alat pendeteksi stunting kepada siswa. Rekomendasi untuk stakeholder untuk lebih meningkatkan kemampuan penggunaan IoT dalam menyusun perangkat pembelajaran dan pembelajaran IPA serta menyebarluaskan produk modul ajar kepada anggota KKM dan MGMP IPA lainnya. Satuan Pendidikan memiliki peran memberikan edukasi mengenai stunting kepada peserta didik dan masyarakat.
Copyrights © 2025