Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan komoditas perkebunan yang dibudidayakan untuk bahan baku industri gula. Pengembangan lahan rawa memiliki tantangan seperti kondisi genangan dan kekeringan. Lahan tergenang berpengaruh pada proses fisiologis tanaman, sehingga menurunkan ketersediaan dan pasokan oksigen akar. Tingkat produksi varietas tebu ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan lingkungannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggenangan dan varietas tebu terhadap pertumbuhan tebu. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4×3 dengan 3 kelompok. Faktor pertama lama penggenangan(G), yaitu tanpa penggenangan(G0), 2 hari penggenangan(G1), 4 hari penggenangan(G2), 6 hari penggenangan(G3). Faktor kedua penggunaan varietas(V), yaitu GMP3(V1), GMP5(V2), dan GMP7(V3). Hasil penelitian menunjukkan varietas tebu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering akar tunas, dan bobot segar tajuk. GMP3 pada variabel bobot segar tajuk menunjukkan hasil lebih baik daripada GMP5 dan GMP7. Lama penggenangan berpengaruh nyata menekan pertumbuhan pada jumlah daun menguning, kehijauan daun, bobot segar akar tunas, dan bobot kering akar tunas. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanaman tebu dapat beradaptasi sampai penggenangan 6 hari ditunjukkan pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun menguning, kehijauan daun, bobot segar dan bobot kering akar tunas, dan bobot segar tajuk. Terdapat interaksi pada perlakuan tanpa penggenangan pada varietas GMP3, 2 hari penggenangan pada varietas GMP5, 6 hari penggenangan pada varietas GMP3, dan 6 hari penggenangan pada varietas GMP5 yang memberikan hasil terbaik terhadap bobot kering akar stek 4 msp
Copyrights © 2025