Identitas gender merupakan pandangan subjektif individu terhadap gender yang mereka rasakan, yang belum tentu sesuai dengan jenis kelamin saat lahir. Ketidaksesuaian tersebut dapat menimbulkan tantangan psikososial, khususnya ketika individu tidak memiliki dukungan dari lingkungan sosial terdekat. Studi ini bertujuan untuk mengulas peran mikrosistem khususnya keluarga, teman sebaya, hubungan romantis, dan komunitas dalam mendukung perkembangan identitas gender pada anak dan remaja. Literatur menunjukkan bahwa individu dari kelompok gender minoritas lebih rentan terhadap diskriminasi sosial, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Menariknya, tekanan sosial juga ditemukan signifikan pada laki-laki cisgender karena ekspektasi maskulinitas yang tinggi. Meskipun belum ada intervensi tunggal yang efektif mengatasi semua risiko, keberadaan lingkungan sosial ditemukan menjadi faktor protektif yang kuat dalam perkembangan identitas gender yang sehat.
Copyrights © 2025