Penelitian ini berujuan untuk menganalisis dan mengendalikan cacat visual welding pada produk steel structure di PT IHI Power Service Indonesia dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data cacat dieproleh dari observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumen produk periode April 2024 – Maret 2025, yang mencapai 571 cacat visual welding dari total 108.344 pcs. Hasil analisis FMEA menunjukan bahwa faktor penyebab utama adalah gas pelindung tidak stabil dengan nilai RPN sebesar 320, diikuti lingkungan lembab dengan RPN 210. Melalui FTA didefinisikan akar penyebab dari kedua faktor tersebut, meliputi aspek manusia, mesin, dan lingkungan, seperti penyimpanan material yang tidak sesuai. Rekomendasi perbaikan disusun menggunakan pendekatan 5W+2H, antara lain kalibrasi peralatan setiap minggu, pelatihan teknik pengelasan dua kali setahun, inspeksi lima kali peritem, penyimpanan material pada area tertutup bersuhu 23oC-26oC dengan kelembapan 40% - 60%, serta memanaskan material yang lembab menggunakan preheating.
Copyrights © 2025