Pemulihan pasca-latihan yang optimal sangat penting untuk menjaga performa atletik dan kesehatan jangka panjang, dengan detak jantung sebagai indikator utama respons kardiovaskular. Pemulihan aktif, yang melibatkan aktivitas fisik intensitas rendah, dianggap lebih efektif daripada pemulihan pasif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemulihan aktif dalam menurunkan detak jantung setelah aktivitas fisik intens. Metode tinjauan literatur digunakan, menganalisis sumber primer dari tahun 2015 hingga 2024 yang diakses melalui Google Scholar. Empat studi kunci dianalisis secara tematis. Hasil menunjukkan bahwa metode pemulihan aktif seperti joging ringan, berenang perlahan, dan pijat olahraga secara konsisten lebih efektif daripada pemulihan pasif dalam mempercepat penurunan detak jantung. Efektivitas ini dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi darah, pembersihan laktat yang lebih cepat, peningkatan aktivitas parasimpatis, dan penurunan ketegangan otot. Temuan ini mendukung integrasi strategi pemulihan aktif yang terstruktur ke dalam program latihan atletik untuk mengoptimalkan pemulihan dan mempertahankan performa puncak.
Copyrights © 2025