Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan pendidikan agama dalam membangun karakter yaitu minimnya fokus pada budi pekerti, perubahan era dan permasalahannya, serta dampak lingkungan keluarga dan masyarakat yang berbeda. Maka dari itu, dibutuhkan usaha untuk merancang taktik yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pembelajaran kolaboratif memakai gaya konstruktivisme merupakan sebuah contoh model belajar yang melibatkan aktivitas utama murid. Keaktifan murid di aktivitas belajar mengajar akan meningkat jika murid menjadi fokus atau pokok pembelajaran serta guru berperan sebagai pemandu dalam kegiatan belajar mengajar yang mengarahkan murid memecahkan masalah. Di SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga sebagai sekolah yang memadukan kurikulum nasional dengan muatan muhammadiyah menciptakan konteks yang kaya untuk menerapkan pendekatan konstruktivisme, SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga pun telah berupaya dalam membangun sistem belajar PAI, salah satunya dengan mengadopsi model belajar Cooperative Learning. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan pengampilan kesimpulan. Subyek penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam serta siswa kelas X,XI, XII. Hasil penelitian ini adalah pendekatan ini menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif siswa Pendekatan ini dilakukan dengan menyesuaikan materi, metode pengajaran dan cara evaluasi berdasarkan kebutuhan, minat, serta gaya belajar setiap siswa. Metode ini menstimulasi peserta didik guna mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri lewat pengalaman terkait dan relasi antarindividu. Pendekatan belajar kolaboratif meningkatkan interaksi, pertukaran pikiran, serta kolaborasi, menjadikan peserta didik lebih proaktif, mampu menganalisis secara mendalam, dan merefleksikan konten PAI.
Copyrights © 2025