Model pembelajaran sentra bahan alam adalah pendekatan yang memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar sebagai media belajar bagi anak. Dalam model ini, anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan berinteraksi dengan berbagai bahan alami, seperti batu, daun, tanah, dan udara. Aktivitas ini tidak hanya merangsang rasa ingin tahu anak, tetapi juga memungkinkan mereka untuk belajar melalui pengalaman langsung. Pembelajaran sentra bahan alam memiliki hubungan erat dengan pengembangan kreativitas anak. Kreativitas merupakan aspek penting dari perkembangan individu, terutama pada anak-anak, karena memungkinkan mereka untuk mengekspresikan diri dan memahami dunia di sekitar mereka. Kreativitas tidak hanya terbatas pada seni, tetapi juga mencakup pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi dengan situasi baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan analisis, yaitu yang berkaitan dengan pengkajian fenomena secara rinci atau membedakannya dari fenomena yang lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang paling sering digunakan pada pendekatan kualitatifKegiatan sentra bahan alam dengan aktivitas menempel dan menyusun biji kacang hijau terbukti mampu menumbuhkan kreativitas anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengekspresikan ide dan imajinasinya secara menyenangkan serta bermakna.Pelaksanaan model pembelajaran sentra bahan alam di Kelompok Bermain Rafa Walantaka terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan membuat kolase dari biji kacang hijau. Anak-anak menunjukkan perkembangan yang baik pada aspek kelancaran, kelenturan, keaslian, dan kemampuan mengembangkan ide, meskipun pada aspek elaborasi masih perlu ditingkatkan
Copyrights © 2026