Pengolahan limbah buah-buahan menjadi bokashi menggunakan teknologi fermentasi dengan bantuan mikroorganisme efektif dapat menghasilkan pupuk organik yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi limbah buah-buahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, dan mendapatkan dosis bokashi limbah buah-buahan yang optimal dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis tertinggi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Taraf perlakuan bokashi limbah buah-buahan yang dimaksud adalah: B0= Tanpa bokashi limbah buah-buahan (kontrol), B1= 1,5 kg bokashi limbah buah-buahan/m², B2= 3,0 kg bokashi limbah buah-buahan/m², B3= 4,5 kg bokashi limbah buah-buahan/m² dan B4= 6,0 kg bokashi limbah buah-buahan/m². Jumlah sampel yang diamati sebanyak 100 tanaman, parameter penelitian meliputi: diameter batang, berat tongkol berkelobot dan berat tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bokashi limbah buah-buahan mampu meningkatkan pertumbuhan diameter batang, berat tongkol berkelobot maupun berat tongkol tanpa kelobot. Peningkatan rerata diameter batang tanaman jagung manis pada dosis 6,0 kg bokashi limbah buah-buahan/m² (B4), hampir sama dengan peningkatan rerata diameter batang pada tanaman dengan dosis 4,5 kg bokashi limbah buah-buahan/m² (B3). Rerata tertinggi terdapat pada tanaman jagung manis dengan dosis 6,0 kg bokashi limbah buah-buahan/m² (B4), baik diameter batang (12,99 mm), berat tongkol berkelobot (704 gr) dan berat tongkol tanpa kelobot (582 gr).
Copyrights © 2025