Pelayanan keimigrasian berperan penting dalam mendukung ketertiban dan keamanan nasional, khususnya di daerah terpencil seperti Nusa Penida. Peningkatan jumlah wisatawan asing ke kawasan ini memunculkan kebutuhan akan pelayanan yang cepat, efisien, dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pelayanan keimigrasian di Nusa Penida dengan menggunakan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks pelayanan keimigrasian di Nusa Penida membutuhkan perhatian khusus dalam hal infrastruktur dan sumber daya manusia. Input yang optimal, seperti pelatihan petugas dan penyediaan fasilitas yang memadai, sangat diperlukan untuk mendukung proses pelayanan. Selain itu, implementasi layanan inovatif seperti Eazy Passport terbukti meningkatkan aksesibilitas, tetapi masih dihadapkan pada kendala teknis dan geografis. Di sisi produk, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembentukan pos pelayanan izin tinggal di Nusa Penida menjadi rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan pelayanan keimigrasian melalui pendekatan berbasis kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat lokal, guna memenuhi kebutuhan pelayanan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025