Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan kerja terutama pada tenaga medis maupun non-medis yang bekerja di fasilitas kesehatan. Paparan droplet mengandung Mycobacterium tuberculosis dapat meningkatkan risiko infeksi, khususnya pada petugas kebersihan yang bekerja di area laboratorium. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus TB paru dan efusi pleura sebagai penyakit akibat kerja pada seorang petugas kebersihan laboratorium rumah sakit serta menilai faktor risiko pekerjaan yang berkontribusi terhadap penularan. Ilustrasi Kasus: Pasien laki-laki berusia 41 tahun dengan riwayat pekerjaan sebagai petugas kebersihan yang telah bekerja selama 10 tahun di rumah sakit di bagian laboratorium rumah sakit termasuk membersihkan chamber sampel dahak, terpapar droplet yang mengandung M. tuberculosis. Gejala klinis meliputi batuk berdahak, sesak napas, demam, dan penurunan berat badan. Hasil TCM menunjukkan MTB Detected Very Low tanpa resistensi rifampisin. Pasien diterapi dengan regimen 4 FDC (rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol) dengan respons baik Diskusi: Riwayat paparan rutin terhadap aerosol yang berasal dari sampel dahak pasien TB di lingkungan kerja menjadi faktor risiko utama infeksi pada petugas kebersihan. Diagnosis penyakit akibat kerja ditegakkan berdasarkan hubungan temporal antara paparan dan timbulnya penyakit sesuai pedoman penilaian penyakit akibat kerja. Kurangnya penggunaan alat pelindung diri dan pengawasan lingkungan turut memperbesar risiko transmisi.
Copyrights © 2025