Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modification of the surface chemistry of activated carbon and its influence on methylene blue adsorption Wibowo, David; Setyadhi, Lanny; Ismadji, Suryadi
Jurnal Teknik Kimia Indonesia Vol 5, No 1 (2006)
Publisher : ASOSIASI PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK KIMIA INDONESIA (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtki.2006.5.1.6

Abstract

The adsorption behavior of activated carbons is determined not only by their porous structures but also by the chemical nature of its surface. The surface chemistry of activated carbons can be selectively modified in order to improve their adsorption capacity. In this study, a NORIT granular activated carbon was treated by oxidant (HNO3) and non-oxidant acid (HCI) at different concentrations and temperatures. The surface chemistries of the materials were characterized by Boehm titration method and by the determination of the point of zero charge (pHPZC).The adsorption properties of the selected samples were studied by adsorption of methylene blue, which is one of the important dyes and found in many textile effluents. In addition, the pore structures of the modified carbons were also studied by argon adsorption at 87.29 K. As results, it was observed that both HN03 and HCI treatments could increase the surface acidity of activated carbons. Activated carbons modified by HCI gave the best performance on the adsorption of methylene blue.Keywords: Activated Carbon, Surface Chemistry, Chemical Treatment, Boehm Titration Method, Adsorption AbstrakKemampuan adsorpsi karbon akti.ftidak hanya ditentukan oleh struktur pori tetapijuga dipengaruhi oleh sifat kimia dari permukaannya. Sifat kimia permukaan karbon aktif dapat secara selektif dimodifikasi dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kapasitas adsorpsinya. Pada penelitian ini, karbon aktif NORIT granular ditreatment dengan menggunakan asam oksidator (HNO) dan non-oksidator (HCI) pada berbagai konsentrasi dan suhu. Sifat kimia permukaan karbon aktif dikarakterisasi dengan menggunakan metode titrasi Boehm serta dengan penentuan point of zero charge (pHPZC). Kemampuan adsorpsinya diuji dengan mengadsorp larutan methylene blue, dimana methylene blue merupakan salah satu komponen dalam limbah tekstil. Sedangkan struktur pori karbon aktif dianalisa dengan adsorpsi Ar pada suhu 87,29 K. Penelitian ini menunjukkan bahwa baik treatment dengan HNO3 maupun HCI dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan sifat asam pada permukaan karbon aktif. Karbon aktif yang diberi perlalatan dengan HCI memberikan kemampuan adsorpsi yang paling baik dalam adsorpsi larutan methylen biru.Kata Kunci: Karbon Aktif, Sifat Kimia Permukaan, Perlakuan dengan Larutan Kimia, Metode Titrasi Boehm, Adsorpsi
Penyakit Akibat Kerja Tuberkulosis Paru pada Petugas Kebersihan di Laboratorium Rumah Sakit Darifah, Siti; Roslina, Sri; Wibowo, David; Hermawati, Luluk; Zukhra, Shelly ; Irawati, Nur Bebi Ulfah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.960

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan kerja terutama pada tenaga medis maupun non-medis yang bekerja di fasilitas kesehatan. Paparan droplet mengandung Mycobacterium tuberculosis dapat meningkatkan risiko infeksi, khususnya pada petugas kebersihan yang bekerja di area laboratorium. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus TB paru dan efusi pleura sebagai penyakit akibat kerja pada seorang petugas kebersihan laboratorium rumah sakit serta menilai faktor risiko pekerjaan yang berkontribusi terhadap penularan. Ilustrasi Kasus: Pasien laki-laki berusia 41 tahun dengan riwayat pekerjaan sebagai petugas kebersihan yang telah bekerja selama 10 tahun di rumah sakit di bagian laboratorium rumah sakit termasuk membersihkan chamber sampel dahak, terpapar droplet yang mengandung M. tuberculosis. Gejala klinis meliputi batuk berdahak, sesak napas, demam, dan penurunan berat badan. Hasil TCM menunjukkan MTB Detected Very Low tanpa resistensi rifampisin. Pasien diterapi dengan regimen 4 FDC (rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol) dengan respons baik Diskusi: Riwayat paparan rutin terhadap aerosol yang berasal dari sampel dahak pasien TB di lingkungan kerja menjadi faktor risiko utama infeksi pada petugas kebersihan. Diagnosis penyakit akibat kerja ditegakkan berdasarkan hubungan temporal antara paparan dan timbulnya penyakit sesuai pedoman penilaian penyakit akibat kerja. Kurangnya penggunaan alat pelindung diri dan pengawasan lingkungan turut memperbesar risiko transmisi.