Pelayanan kesehatan berbasis digital merupakan strategi penting dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan publik. Aplikasi Mobile JKN dikembangkan oleh BPJS Kesehatan sebagai inovasi untuk mempermudah akses pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, rendahnya literasi digital dan kurangnya pemahaman pasien menyebabkan pemanfaatan aplikasi ini belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepuasan peserta BPJS melalui edukasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Mobile JKN di RSUD Doloksanggul. Kegiatan dilaksanakan pada Maret 2024 dengan melibatkan 96 peserta yang terdiri dari pasien BPJS, keluarga pasien, dan petugas pelayanan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, dan praktik penggunaan aplikasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi kemampuan peserta dalam mengoperasikan fitur dasar aplikasi Mobile JKN serta pengukuran peningkatan kualitas layanan berdasarkan lima dimensi service quality, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN. Persentase peningkatan tertinggi terdapat pada dimensi responsiveness sebesar 85,4%, diikuti oleh tangible (81,3%), reliability (77,1%), assurance (72,9%), dan empathy (70,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperkuat kualitas pelayanan berbasis aplikasi di fasilitas kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kepuasan dan kemandirian peserta BPJS dalam mengakses layanan. Program edukasi berkelanjutan direkomendasikan sebagai strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan aplikasi Mobile JKN.
Copyrights © 2026