Kasus penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk, khususnya Aedes aegypti, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan seperti Denpasar. Upaya pengendalian vektor nyamuk memerlukan peran aktif masyarakat melalui kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang berkelanjutan. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Sosialisasi Jumantik Mandiri dalam Upaya Pencegarahan Kasus Demam Berdarah di Kelurahan Tonja, Denpasar.” Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pemantauan jentik secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi penerapan 3M Plus dan penerapan jumantik mandiri skala rumah tangga sendiri. Hasil kegiatan ditemukan 1 rumah positif jentik, sehingga House Index (HI) sebesar 7,14%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat infestasi jentik tergolong rendah, potensi perkembangbiakan vektor masih ada dan memerlukan pemantauan rutin. Kegiatan sosialisasi terbukti meningkatkan pemahaman warga mengenai PSN 3M Plus dan pentingnya peran 1 Rumah 1 Jumantik. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan DBD dan menunjukkan perlunya kegiatan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan tetap bebas jentik.
Copyrights © 2026