Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global maupun nasional. Permasalahan yang sering dihadapi pasien DM antara lain kurangnya pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetik serta lemahnya kemampuan dalam mengelola stres dan emosi. Selain itu, rendahnya dukungan keluarga turut berkontribusi terhadap menurunnya motivasi dan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan holistik untuk meningkatkan aspek pengetahuan dan psikososial pasien DM, khususnya pada kelompok lansia.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetes, kemampuan manajemen stres, regulasi emosi, serta memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus yang mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Jungkat.Metode: Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif yang disertai pembagian media edukasi berupa leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta lansia menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai perubahan pengetahuan pencegahan luka, tingkat stres (menggunakan PSS-10), kemampuan regulasi emosi, dan dukungan keluarga.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel yang diukur. Rata-rata pengetahuan pencegahan luka meningkat dari 45 menjadi 67,5. Tingkat stres menurun dari rata-rata 2,23 menjadi 1,57, menunjukkan perbaikan kemampuan manajemen stres. Kemampuan regulasi emosi meningkat signifikan dengan p value = 0,000, di mana kategori “baik” naik dari 6,7% menjadi 43,4%. Dukungan keluarga juga mengalami peningkatan, dengan kategori tinggi bertambah dari 6,7% menjadi 33,4% (p value = 0,000).Kesimpulan: Intervensi edukatif melalui ceramah, diskusi, dan latihan relaksasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stres, memperbaiki kemampuan regulasi emosi, dan memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus. Pendekatan holistik ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas hidup pasien DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Copyrights © 2026