Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Novikadarti Rahmah, R.A. Gabby; Luthfi, Muhammad; Najib Febrya Rahman, Ainun; Septiani, Haryati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global maupun nasional. Permasalahan yang sering dihadapi pasien DM antara lain kurangnya pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetik serta lemahnya kemampuan dalam mengelola stres dan emosi. Selain itu, rendahnya dukungan keluarga turut berkontribusi terhadap menurunnya motivasi dan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan holistik untuk meningkatkan aspek pengetahuan dan psikososial pasien DM, khususnya pada kelompok lansia.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetes, kemampuan manajemen stres, regulasi emosi, serta memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus yang mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Jungkat.Metode: Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif yang disertai pembagian media edukasi berupa leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta lansia menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai perubahan pengetahuan pencegahan luka, tingkat stres (menggunakan PSS-10), kemampuan regulasi emosi, dan dukungan keluarga.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel yang diukur. Rata-rata pengetahuan pencegahan luka meningkat dari 45 menjadi 67,5. Tingkat stres menurun dari rata-rata 2,23 menjadi 1,57, menunjukkan perbaikan kemampuan manajemen stres. Kemampuan regulasi emosi meningkat signifikan dengan p value = 0,000, di mana kategori “baik” naik dari 6,7% menjadi 43,4%. Dukungan keluarga juga mengalami peningkatan, dengan kategori tinggi bertambah dari 6,7% menjadi 33,4% (p value = 0,000).Kesimpulan: Intervensi edukatif melalui ceramah, diskusi, dan latihan relaksasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stres, memperbaiki kemampuan regulasi emosi, dan memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus. Pendekatan holistik ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas hidup pasien DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Self-Efficacy and Psychological Well-Being among First Year Nursing Students: A Cross-Sectional Study Litaqia, Wulida; Najib Febrya Rahman, Ainun; Aji Pramudita, Fadma; Yulian Hunowu, Sri; Nuari Pratama, Ryan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.245

Abstract

Introduction: The transition to higher education increases first-year nursing students' risk of psychological vulnerability. Self-efficacy has been identified as a potential protective factor; however, evidence focusing on early-stage nursing students remains limited. This study aimed to examine the association and predictive role of general self-efficacy on psychological well-being among first-year nursing students. Research Methodology: An analytical cross-sectional study was conducted among 119 first-year nursing students at a public university in Indonesia using convenience sampling. Data were collected through an online survey using the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the WHO-5 Well-Being Index. Descriptive statistics, independent-samples t-tests, Pearson correlation, and linear regression analyses were performed using SPSS with α = 0.05. Results: Self-efficacy demonstrated a moderate positive correlation with psychological well-being (r = 0.42; 95% CI: 0.26–0.56; p < 0.001). Linear regression analysis showed that self-efficacy significantly predicted psychological well-being (β = 0.42; p < 0.001), explaining 18% of the variance (R² = 0.18). No significant gender differences were identified. Conclusion: Self-efficacy is a significant psychological determinant of well-being among first-year nursing students. Early educational interventions aimed at strengthening self-efficacy may enhance students’ mental well-being and academic adjustment