Penemuan bahwa konjungsi sangat penting bagi pengembangan fenomena relevansi konjungsi dalam menciptakan kalimat yang efisien dan kohesif dalam karya sastra, khususnya dalam teks naratif pendek, menjadi pendorong utama penelitian ini. Pertama, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa kelas delapan SMPIT Banten Islamic School memahami dan menggunakan konjungsi dalam teks cerita pendek. Kedua, akan mendeskripsikan fungsi konjungsi dalam teks-teks tersebut dan bagaimana siswa kelas delapan SMPIT Banten Islamic School menggunakannya. Ketiga, akan mendeskripsikan bagaimana temuan dan analisis ini dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk pemerolehan bahasa kedua di sekolah menengah pertama. Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dan deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode menyimak dengan teknik pencatatan yang disempurnakan untuk memperoleh data. Informasi tertulis, yaitu kalimat-kalimat yang menampilkan penggunaan konjungsi dalam teks cerita pendek yang ditulis oleh siswa kelas delapan SMPIT Banten Islamic School, merupakan data untuk penelitian ini. Konfirmasi hasil dengan peneliti atau ahli adalah metode untuk memastikan keandalan data penelitian. Metode distribusional menggunakan prosedur dasar berupa teknik pembagian elemen langsung digunakan untuk analisis dalam karya ini. Berdasarkan hasil analisis dan temuan penelitian diperoleh sebanyak 152 penggunaan konjungsi dalam 36 teks cerpen karya siswa kelas VIII SMPIT Banten Islamic School. Jumlah tersebut dibagi menjadi 85 penggunaan konjungsi koordinatif dan 67 penggunaan konjungsi subordinatif. Penggunaan konjungsi koordinatif berdasarkan fungsi pada teks cerpen karya siswa kelas VIII SMPIT Banten Islamic School yang dominan adalah fungsi penjumlahan dan pengurutan, sedangkan penggunaan konjungsi subordinatif berdasarkan fungsi pada teks cerpen karya siswa kelas VIII SMPIT Banten Islamic School yang dominan adalah fungsi penyebaban dan kesewaktuan.
Copyrights © 2025