Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi dasar di jenjang sekolah dasar. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menganalisis data dari berbagai studi literatur, laporan lapangan, dan hasil asesmen nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap peningkatan capaian literasi dan numerasi, terutama di sekolah yang menerapkan kurikulum ini secara konsisten dan didukung oleh pelatihan guru, penggunaan asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, serta proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek terbukti meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Namun, ditemukan juga adanya disparitas hasil antar sekolah, terutama di wilayah 3T yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, akses digital, dan pelatihan profesional. Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua dan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan literasi dan numerasi tidak hanya ditentukan oleh isi kurikulum, melainkan juga oleh ekosistem pendidikan yang mendukung. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya penguatan kapasitas guru, pemerataan akses teknologi, dan pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar Kurikulum Merdeka benar-benar berdampak luas dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026