Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan metode Dispersive Solid Phase Extraction (DSPE) berbasis karbon aktif dari kayu bakau untuk penentuan residu ciprofloxacin sebagai upaya mengurangi potensi pencemaran perairan oleh antibiotik. Karbon aktif yang digunakan memenuhi standar SNI 06-3730-1995. Karakterisasi SEM-EDX menunjukkan pori-pori lebih terbuka setelah aktivasi, dengan peningkatan kadar karbon dari 86,72% menjadi 87,71% serta penurunan oksigen dari 13,28% menjadi 12,29%. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus OH, C=O, C=C, dan C–O yang berperan dalam adsorpsi. Optimasi DSPE menunjukkan kondisi optimum pada konsentrasi 2 ppm, pH 4, massa adsorben 20 mg, dan waktu kontak 50 menit, dengan efisiensi adsorpsi 79,85%. Kondisi desorpsi terbaik diperoleh menggunakan pelarut asam asetat:metanol (2:8) dengan efisiensi 80,51%. Analisis isoterm menunjukkan bahwa model Langmuir maupun Freundlich hanya memberikan kecocokan moderat, sehingga diperlukan pendekatan isoterm lain untuk memahami mekanisme adsorpsi secara lebih komprehensif. Validasi metode menggunakan UV-Vis menunjukkan linearitas sangat baik dengan nilai R sebesar 0,9975, serta sensitivitas memadai dengan LoD 0,0461 ppm dan LoQ 0,1536 ppm. Nilai RSD 4,3518% dan recovery 80,89% memenuhi kriteria validasi analitik. Hasil ini menunjukkan bahwa karbon aktif kayu bakau berpotensi digunakan sebagai adsorben dalam penentuan dan pengolahan residu ciprofloxacin pada lingkungan perairan.
Copyrights © 2025