Tenun NTT sedang mendapat perhatian dan menarik minat publik tanah air dan mancanegara. Meskipun demikian tidak semua perempuan penenun mendapat dukungan pelatihan dan pendampingan agar bisa memanfaatkan momentum ini. Kelompok mitra yakni kelompok tenun Pasuklo di Kampung Bonen telah terbentuk pada tahun 2024 namun belum terkonsolidasi dengan baik. Untuk itu pengorganisasian para penenun menjadi suatu kebutuhan mendesak. Masalah lain adalah keterbatasan alat produksi dengan sentuhan teknologi. Semua alat produksi tenun yang dipakai oleh para penenun masih merupakan alat sederhana yang kurang menunjang produktivitas dan kualitas tenun yang baik. Selain itu motif mereka kalah bersaing dengan penenun lain di pasar nasional dan internasional. Kelompok mitra membutuhkan alat produksi yang lebih canggih dan variasi motif sehingga lebih produktif dan dapat bersaing di pasar nasional dan internasional. Hal ini sekaligus juga untuk mendukung pelestarian tenun di kampung mereka. Karena itu pemberdayaan kelompok mitra sangat dibutuhkan. Kegiatan PKM dilaksanakan meliputi pelatihan dan pendampingan untuk penguatan kapasitas individu tiap penenun, pengorganisasian kelompok, peningkatan kualitas produksi tenun, manajemen pemasaran, dan bantuan alat produksi yang lebih modern yang memungkinkan peningkatan produksi mitra, serta akses kepada hak-hak sipil mereka. Hal ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi para penenun sebagai individu maupun dalam kelompok, serta menyumbang bagi pelestarian tenun di dalam masyarakat mereka.
Copyrights © 2025