Kecamatan Pekuncen, Banyumas, merupakan sentra produksi gula kelapa yang masih didominasi proses tradisional dan menghadapi berbagai permasalahan, seperti tingginya konsumsi kayu bakar, paparan asap dapur yang berbahaya bagi kesehatan, penggunaan laru kimia, serta minimnya diversifikasi produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menghadirkan inovasi teknologi berupa tungku hemat energi dan pengembangan produk gula semut biofarmaka untuk meningkatkan efisiensi, keamanan pangan dan daya saing produk lokal. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dengan melibatkan kelompok mitra sejak tahap perencanaan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang efisiensi energi dan keamanan pangan, dilanjutkan pelatihan pembuatan dan penggunaan tungku hemat energi, serta pendampingan praktik langsung di lapangan. Selain itu, mitra diberikan pelatihan formulasi gula semut biofarmaka berbasis rempah lokal, seperti jahe dan kunyit, serta edukasi pemasaran digital dan strategi pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua kelompok mitra, Manggis Berkarya dan Nagasari berhasil membuat dan mengoperasikan tungku hemat energi yang mampu mengurangi konsumsi kayu bakar hingga hampir 50% dan menciptakan lingkungan dapur yang lebih bersih dan sehat. Kelompok juga berhasil memproduksi gula semut biofarmaka sebagai diversifikasi produk yang memperluas pasar ke segmen pangan fungsional. Inovasi ini membuktikan bahwa penerapan teknologi berbasis riset mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.
Copyrights © 2026