Kebisingan merupakan salah satu polusi lingkungan yang dapat meningkatkan hormon stres, sehingga dapat mencetuskan inflamasi dan jalur stres oksidatif sehingga menganggu kerja sel saraf. Hal tersebut dapat menurunkan kemampuan belajar dan memori. Olahraga, terutama olahraga aerobik dapat meningkatkan fungsi memori spasial dan induksi plastisitas hipokampus dengan menurunkan proses inflamasi dan stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh olahraga aerobic terhadap memori tikus yang diinduksi kebisingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel penelitian sebanyak 2 kelompok dengan tiap kelompok terdiri dari 5 tikus. Kedua kelompok dipaparkan kebisingan selama 14 hari. Setelah itu, kelompok 1 tidak diberikan olahraga, dan kelompok 2 diberikan olahraga treadmill selama 4 minggu. Fungsi memori tikus dinilai dengan menggunakan maze Y dengan menghitung spontaneous alternation. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan rerata spontaneous alternation sebelum dan sesudah kebisingan (p 0.001). Rerata spontaneous alternation kedua kelompok mengalami perbedaan signifikan (p0.05). Kesimpulan penelitian yaitu olahraga aerobic dapat meningkatkan fungsi memori tikus setelah diinduksi kebisingan.
Copyrights © 2025