Akreditasi, sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit, diberikan setelah proses asesmen yang memvalidasi pemenuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akreditasi terhadap peningkatan keselamatan pasien melalui telaah sistematis yang berlandaskan metodologi PRISMA. Sebanyak 20 artikel dari sumber nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 telah dianalisis. Insiden keselamatan pasien yang tinggi menjadi perhatian utama, disebabkan oleh faktor-faktor seperti kurangnya akuntabilitas petugas, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur, serta komunikasi yang tidak efektif. Hasil telaah menunjukkan bahwa akreditasi berdampak positif pada keselamatan pasien melalui peningkatan mutu pelayanan, implementasi standar keselamatan yang lebih ketat, penguatan budaya keselamatan pasien, penurunan insiden yang tidak diharapkan, peningkatan kepuasan pasien, dan peningkatan efektivitas komunikasi antar staf. Dengan demikian, akreditasi terbukti menjadi instrumen yang efektif dalam membangun budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.
Copyrights © 2025