Perkembangan industri kreatif digital yang pesat, terutama melalui platform TikTok, telah menciptakan peluang besar dalam bidang pemasaran afiliasi. Salah satu fitur unggulan yang berkembang adalah TikTok Affiliate, yang memungkinkan kreator memperoleh penghasilan melalui promosi produk. Meskipun demikian, tingkat konversi pada konten afiliasi masih rendah, ditandai dengan nilai click-through rate (CTR) dan conversion rate (CR) yang belum mencapai standar efektivitas industri. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan Lean Six Sigma guna meningkatkan performa konten afiliasi melalui optimalisasi proses produksi konten. Metode yang digunakan adalah pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), yang mencakup analisis data performa dari lima konten TikTok. Penyebab utama rendahnya konversi diidentifikasi melalui diagram Pareto dan Fishbone, yang mencakup masalah visualisasi, kurangnya CTA eksplisit, serta durasi konten yang tidak optimal. Perbaikan dilakukan dengan strategi berbasis data seperti penyusunan skrip pendek, penyesuaian waktu unggah, dan optimasi visual. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata CTR naik dari 0,78% menjadi 1,40% (+84,6%) dan CR dari 1,1% menjadi 2,32% (+111%). Studi ini membuktikan bahwa Lean Six Sigma dapat menjadi kerangka kerja yang efektif untuk meningkatkan efisiensi kampanye afiliasi berbasis konten digital.
Copyrights © 2025