Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dari mutu layanan kesehatan primer yang tidak hanya berfokus pada penyediaan obat, tetapi juga pada kualitas interaksi tenaga farmasi dengan pasien. Namun, masih ditemukan keluhan terkait keterlambatan pelayanan, keterbatasan obat, serta kurangnya informasi obat, termasuk di Kabupaten Morowali Utara pada Puskesmas Tomata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di kedua puskesmas tersebut berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional komparatif dengan pendekatan mix method. Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kefarmasian, dipilih dengan teknik accidental sampling sebanyak 110 responden (54 di Puskesmas Tomata dan 56 di Puskesmas Beteleme). Data dikumpulkan melalui kuesioner SERVQUAL dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL di Puskesmas Tomata memiliki gap positif, menandakan pasien sangat puas, sedangkan di Puskesmas Beteleme ditemukan gap negatif pada dimensi tangible dan reliability terkait ketersediaan obat dan fasilitas fisik. Analisis bivariat memperlihatkan semua dimensi SERVQUAL berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0.05). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy secara simultan memengaruhi kepuasan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tomata telah memenuhi harapan pasien, sementara di Puskesmas Beteleme perlu perbaikan pada aspek fisik dan manajemen obat.
Copyrights © 2026