Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif dan riset pengembangan (Research and Development/R&D). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles, Huberman yang meliputi 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang berhasil diidentifikasi dan diintegrasikan meliputi lima aspek utama, yaitu: (1) gotong royong (begawe, begibung) yang menumbuhkan solidaritas dan kerja sama sosial; (2) kesopanan dan etika berbahasa (tata krama Sasak) yang membentuk sikap santun dan beradab; (3) cinta tanah air dan pelestarian alam (awig-awig, subak Sasak) yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial; (4) kreativitas dan estetika (nyongkolan, peresean) yang mengembangkan daya cipta dan apresiasi seni budaya; dan (5) nilai religius dan moral (lebaran topat) yang memperkuat spiritualitas dan karakter siswa. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sasak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadikan proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga pada penguatan karakter dan identitas budaya siswa.
Copyrights © 2026