Artikel ini bertujuan untuk untuk menjelaskan awal pembangunan Jembatan Teluk Kendari di Kota Lama Kendari. Serta untuk menjelaskan dampak pembangunan Jembatan Teluk Kendari terhadap penduduk Kandai dan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan kerja sebagai berikut: pertama, pemilihan topik, kedua, pengumpulan sumber, ketiga, kritik sumber, keempat, interpretasi sumber, kelima, historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dibentuk pada tahun 2015 hingga selesai dan diresmikan pada tahun 2020, dengan tujuan utama untuk meningkatkan konektivitas antardua kecamatan dan memajukan perekonomian. Dalam pembangunan infrastruktur yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Penganggaran dalam proyek pembangunan jembatan teluk Kendari ini melibatkan dana dari APBN sebesar Rp. 800 miliyar. Untuk pemilihan lokasi merupakan langkah krusial dalam pembangunan jembatan teluk Kendari. Proses pembangunan jembatan teluk Kendari memiliki kendala yang berkaitan aspek sosial dan budaya hingga memiliki suatu permasalahan dengan masyarakat di Kelurahan Kandai, namun dengan pendekatan persuasif, negosiasi hingga akhirnya mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. (2) Jembatan teluk Kendari memiliki dampak terdapat penduduk Kota Kendari dan masyarakat sekitarnya. Dampak yang ditimbulkan kebanyakan lebih ke dampak positif. Hal tersebut mencakup dengan aspek perekonomian masyarakat, mempermudah akses trasportasi dan juga aspek sosial budaya. Dampak negatifnya jembatan teluk Kendari mengakibatkan hilangnya pemukiman etnis Tionghoa dan kerusakan pada peninggalan sejarah di kawasan kota lama Kendari. Terdampat juga dampak negatif lainnya yang timbul dari masyarakat seperti meningkatkan jumlah kendaraan, dan lain sebagainya.
Copyrights © 2025