ABSTRAK Pembelajaran ilmu kalam memiliki peran strategis dalam membentuk nalar teologis mahasiswa Perguruan Tinggi Islam, terutama di tengah dinamika pemikiran keagamaan pada era kontemporer yang ditandai oleh rasionalisme, pluralisme, dan perkembangan wacana keislaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pembelajaran ilmu kalam dalam memperkuat nalar teologis mahasiswa agar mampu memahami aqidah Islam secara rasional, kritis, dan argumentatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu kalam serta pendidikan Islam di perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu kalam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi doktrin aqidah, tetapi juga sebagai instrumen pengembangan daya kritis mahasiswa dalam merespons berbagai tantangan pemikiran modern. Ilmu kalam berkontribusi dalam membangun kemampuan berpikir reflektif, dialogis, dan moderat, sehingga mahasiswa tidak bersikap tekstualistik maupun apologetik semata. Dengan demikian, pembelajaran ilmu kalam tetap relevan dan penting untuk dikembangkan secara kontekstual dalam kurikulum Perguruan Tinggi Islam guna memperkuat fondasi teologis mahasiswa di era kontemporer. Kata Kunci: ilmu kalam, nalar teologis, mahasiswa, perguruan tinggi Islam, era kontemporer. ABSTRACT The teaching of Ilm al-Kalām plays a strategic role in shaping the theological reasoning of students in Islamic Higher Education Institutions, particularly amid the dynamics of contemporary religious thought characterized by rationalism, pluralism, and the development of modern Islamic discourses. This article aims to analyze the relevance of Ilm al-Kalām learning in strengthening students’ theological reasoning so that they are able to understand Islamic creed in a rational, critical, and argumentative manner. This study employs a qualitative approach using library research methods by analyzing various literatures related to Ilm al-Kalām and Islamic higher education. The findings indicate that the teaching of Ilm al-Kalām does not merely function as a means of transmitting doctrinal beliefs, but also serves as an instrument for developing students’ critical thinking in responding to modern intellectual challenges. Ilm al-Kalām contributes to the formation of reflective, dialogical, and moderate modes of thought, enabling students to avoid purely textualistic or apologetic attitudes. Therefore, the teaching of Ilm al-Kalām remains relevant and essential to be developed contextually within the curriculum of Islamic Higher Education Institutions in order to strengthen students’ theological foundations in the contemporary era. Keyword: Ilm al-Kalām, theological reasoning, students, Islamic higher education, contemporary era
Copyrights © 2025