Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Di Kota Gorontalo, usaha rumahan berkembang dengan modal kecil dan pengelolaan sederhana, namun banyak pelaku menghadapi kesulitan dalam pencatatan keuangan. Pencatatan keuangan sederhana, seperti dokumentasi transaksi harian dan laporan laba rugi, menjadi dasar pengelolaan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pencatatan keuangan sederhana oleh pelaku usaha rumahan, bentuk pencatatan, serta kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomena pada tiga UMKM: toko kelontong, usaha ayam celup, dan toko roti. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi pencatatan keuangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketiga UMKM menerapkan pencatatan manual melalui buku tulis untuk memantau arus kas, memisahkan dana usaha dan pribadi, serta menentukan harga jual dan laba. Kendala utama meliputi rendahnya literasi keuangan, keterbatasan pengetahuan akuntansi, dan ketiadaan pelatihan formal, sehingga kualitas pencatatan belum optimal. Pencatatan kas saja belum mencakup persediaan, piutang, atau utang. Digitalisasi ringan dan sistem pencatatan terstruktur direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi, pengendalian keuangan, dan keberlanjutan usaha. Penelitian menegaskan pencatatan keuangan sederhana sebagai fondasi pengelolaan UMKM dan usaha rumahan..
Copyrights © 2026