Burnout merupakan sindrom psikologis akibat stres kerja kronis yang tidak terkelola secara efektif dan berdampak pada aspek individu maupun sosial dalam organisasi. Industri jasa, khususnya coffee shop, memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan pelayanan tinggi, interaksi intensif dengan pelanggan, serta tekanan waktu yang berpotensi meningkatkan risiko burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh burnout terhadap interaksi sosial pada karyawan di salah satu coffee shop di Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah seluruh karyawan coffee shop yang berjumlah orang dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Maslach Burnout Inventory (MBI) dan skala interaksi sosial kerja. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap interaksi sosial karyawan. Secara parsial, dimensi depersonalization memiliki pengaruh paling dominan terhadap menurunnya kualitas interaksi sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan burnout untuk menjaga kualitas hubungan sosial dan efektivitas kerja karyawan di sektor jasa.
Copyrights © 2025