Penjamah makanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Kurangnya pengetahuan tentang higiene dan sanitasi dapat meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan yang memberikan dasar hukum untuk penyelenggaraan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut adalah pengamanan makanan dan minuman, yang melindungi masyarakat dari makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kualitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Mengetahui efektivitas media penyuluhan berupa leaflet dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan higiene sanitasi Karyawan Restoran Grafika Kalasan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan Non-Equivalent Control Group. Sampel terdiri dari 50 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen (leaflet) dan kelompok kontrol (ceramah). Pengukuran dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Kelompok leaflet mengalami peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 poin (27,65%), sedangkan kelompok ceramah meningkat sebesar 9,8 poin (12,31%). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), dengan media leaflet terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Media leaflet lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan higiene dan sanitasi pada penjamah makanan.
Copyrights © 2026