Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian menular pada anak-anak di seluruh dunia. Penyakit ini menyerang anak-anak di seluruh dunia, namun angka kematian tertinggi ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Afrika Sub- Sahara. Tahun 2021, tercatat sebanyak 278.261 kasus pneumonia pada balita di Indonesia, menurun 10,19% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 309.838 kasus (Sumarni, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa pneumonia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, khususnya pada kelompok usia rentan seperti balita.Tujuan Penelitian ini mengetahui hubungan antara status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling menggunakan Cluster Total Sampling dengan sampel sebanyak 43 anak yang berusia 12-59 bulan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kelengkapan imunisasi dan lembar observasi untuk kejadian pneumoni. Teknik Analisa data mengunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ρ < 0,05. Dari hasil uji Chi-Square menghasilkan nilai (p=0,000) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas Gamping II. Kesimpulan dan saran : ada hubungan antara status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas Gamping II. penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi yang memperkaya kajian ilmiah terkait hubungan antara status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita
Copyrights © 2026