Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada lansia memerlukan pendekatan penanganan yang holistik, termasuk melalui aktivitas fisik. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan profil glikemik pada populasi lansia di Puskesmas Silir, Kabupaten Kediri, masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap profil glikemik, meliputi kadar gula darah puasa, postprandial, dan HbA1c, pada lansia penderita DMT2. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden lansia berusia 60–70 tahun di wilayah kerja Puskesmas Silir. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk menilai profil glikemik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43% responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki kadar gula darah yang tinggi, sementara responden dengan aktivitas fisik berat menunjukkan profil glikemik terbaik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan intensitas aktivitas fisik dengan perbaikan kadar gula darah (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat berhubungan dengan kontrol glikemik yang lebih baik pada lansia penderita DMT2. Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari manajemen DMT2 pada lansia. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi longitudinal guna mengevaluasi dampak jangka panjang aktivitas fisik terhadap stabilitas glikemik pada populasi ini.
Copyrights © 2025