Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECT OF HYDOXYAPATITE XENOGRAFT OF HARUAN FISH (Channa striata) BONE ON THE NUMBER OF OSTEOBLAST AND OSTEOCLAST (In Vivo Study On Mandibular Bone of Male Guinea Pigs) Novia Agustina; Irnamanda DH; Fransiska Uli Arta Panjaitan
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v3i2.5364

Abstract

Background: Periodontitis is an inflammation of the periodontium tissue caused by certain microorganisms. The condition it self is marked by alveolar bone damage. The repair of damaged alveolar bone requires a process of bone remodeling. To help the process of bone remodeling, a graft material from haruan fish bone is used. The haruan fish bone is a waste from industrial processing crackers that have not been used by the people of South Kalimantan. The fish bone has inorganic substances such as calcium and phosphate. Objective: To prove the effect of xenograft hydroxyapatite of haruan fish bone on the number of osteoblast and osteoclast in remodeling process of male marmot bone. Methods and materials: This study used a pure experimental study with posttest only control group design. This study used two treatment groups which were the treatment group using hydroxyapatite haruan fish bone and a negative control group using aquades. Results: The mean value of osteoblast cell number after given hydroxyapatite of haruan fish bone was 15,72 cells, which was higher than given aquades only with 5,08 cells. While the number of osteoclast after given hydroxyapatite of haruan fish bone was 6,72 cells. It was higher than the given aquades only group which results in 4,04 cells. The Independent T test showed a significant difference (p<0.05) between the hydroxyapatite of haruan fish bone group and the negative control group with osteoblast data where p = 0,000 and osteoclast data where p = 0,006. Conclusion: Giving hydroxyapatite ofharuan fish bone can increase the number of osteoblast and osteoclasts in the remodeling process of male marmot bone.
PEMODELAN DATA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN REGRESI PENALIZED SPLINE Novia Agustina; Suparti Suparti; Moch. Abdul Mukid
Jurnal Gaussian Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Gaussian
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Science and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.23 KB) | DOI: 10.14710/j.gauss.v4i3.9484

Abstract

Indonesia Composite Index (IHSG) is an indicator of stock price changes in Indonesia Stock Exchange. IHSG is time series data that can be modeled with parametric models. But there are some assumptions for parametric model, while the fluctuated IHSG data usually doesn’t occupy these assumptions. Another alternative for this study is nonparametric regression. Penalized spline regression is one of nonparametric regression method that can be used.  The optimal penalized spline models depends on the determination of the optimal smoothing parameter λ and the optimal number of  knots, that has a minimum value of Generalized Cross Validation (GCV). The best model  in this study is penalized spline degree 1 (linear) with 1 knot, that is 5120,625, smoothing parameter λ value is 41590, and GCV value is 1567,203. R2 value for in sample data is 83,2694% and R2 value for out sample data is 96,4976% show that the model have a very good performance. MAPE values for in sample data  is 0,5983% and MAPE values for out sample data is 0,4974%. Because the value of MAPE in sample and out sample is less than 10%, it means that the performance of the model and forecasting are very accurate. Keywords: Indonesia Composite Index, Nonparametric Regression, Penalized Spline Regression, GCV, MAPE
UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MANIPULATIF MELALUI PERMAINAN BOLA HALILINTAR Nodik Qudwal Husnain; Novia Agustina; Novitasari Yuli Anggraini; Nurul Firdaus; Nike Indah Fitriani; Mochamad Ridwan; Christof Adventa Tarigan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27197

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan gerak dasar manipulatif pada siswa kelas V-B di SD Negeri Babatan IV/459 Surabaya dengan menggunakan permainan bola halilintar. Sebanyak 29 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 12 siswi perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif bersama guru PJOK. Tahapan proses penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus yang memiliki empat kegiatan utama: perencanaan, kegiatan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi, sedangkan untuk teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif selama pelaksanaan tes dari setiap siklus, dengan hasil yang disajikan berupa deskripsi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra siklus siswa menunjukkan rata-rata persentase sebesar 45%, pada siklus I mendapatkan rata-rata persentase 62%, dan pada siklus II mendapatkan rata-rata sebesar 83% yang berarti sudah memenuhi target yang diinginkan oleh peneliti. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan permainan bola halilintar dapat meningkatkan gerak dasar manipulatif pada pembelajaran PJOK.
Dinamika Aktivitas Fisik terhadap Profil Glikemik pada Lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 dari Perspektif Fisika Energi Prodyanatasari, Arshy; Mely Purnadianty; Mardiana Prasetyani Putri; Novia Agustina
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.289

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) pada lansia memerlukan pendekatan penanganan yang holistik, termasuk melalui aktivitas fisik. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan profil glikemik pada populasi lansia di Puskesmas Silir, Kabupaten Kediri, masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap profil glikemik, meliputi kadar gula darah puasa, postprandial, dan HbA1c, pada lansia penderita DMT2. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden lansia berusia 60–70 tahun di wilayah kerja Puskesmas Silir. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk menilai profil glikemik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43% responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki kadar gula darah yang tinggi, sementara responden dengan aktivitas fisik berat menunjukkan profil glikemik terbaik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan intensitas aktivitas fisik dengan perbaikan kadar gula darah (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat berhubungan dengan kontrol glikemik yang lebih baik pada lansia penderita DMT2. Temuan ini memperkuat pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari manajemen DMT2 pada lansia. Untuk penelitian selanjutnya, diperlukan studi longitudinal guna mengevaluasi dampak jangka panjang aktivitas fisik terhadap stabilitas glikemik pada populasi ini.