Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi kritik etis Horne dengan teori konstruktivisme, dilengkapi dengan pendekatan humanistik dan partisipatoris, dapat membangun fondasi model pendidikan literasi berbasis etika yang inklusif. Kajian empiris SMERU Institute menegaskan pentingnya kolaborasi guru, keluarga, dan komunitas dalam menghindari tujuh dosa guru serta mengoptimalkan literasi membaca di kelas awal, terutama di wilayah rural dan 3T. Kesimpulan penelitian ini merekomendasikan model pendidikan literasi partisipatif berbasis etik dan konstruktivisme yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan inovatif dan pengembangan kapasitas guru di era global berbasis Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025