Pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan keterampilan dasar anak, khususnya budaya antre dan keterampilan berbicara. Namun, pada praktiknya kedua aspek tersebut masih belum berkembang optimal pada sebagian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode bermain peran kantin sekolah terhadap budaya antre dan keterampilan berbicara anak usia dini, serta hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) tipe one group pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran kantin sekolah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan budaya antre dan keterampilan berbicara anak. Selain itu, terdapat hubungan positif antara budaya antre dan keterampilan berbicara setelah penerapan metode bermain peran. Temuan ini menegaskan bahwa bermain peran berbasis simulasi lingkungan nyata efektif dalam menanamkan nilai sosial sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi anak usia dini. Oleh karena itu, metode bermain peran kantin sekolah direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran kontekstual dalam pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2025