Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mengatasi keterlambatan berbicara anak usia 4-6 tahun di TKIT Cahaya Pelangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari 3 orang tua yang anaknya mengalami keterlambatan berbicara dengan rentang usia 4-6 tahun dan 3 guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan berbicara meliputi kurangnya perhatian dan stimulus dari orang tua serta pemberian gawai secara berlebihan. Dampak yang dialami anak meliputi kesulitan berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan. Peran orang tua dalam mengatasi keterlambatan berbicara dilakukan dengan sering mengajak anak berkomunikasi, bermain puzzle, mendengarkan sholawat, dan mengajak bermain di luar. Kerjasama antara guru dan orang tua terlaksana dengan baik sehingga terlihat kemajuan pada anak.
Copyrights © 2025